Senin, 11 Oktober 2010

Setangkai Kembang Gula

Kukerat hatiku dan kujadikan sumur

didalamnya berbisik-bisik " Bulan yang lancip itu menunggumu,... dan kamu sangat menyukainya bukan?"

aku menutup telingaku, kubantah kuat-kuat



menutup telingaku rapat-rapat

memejamkan mataku erat-erat

setelah semua itu,.. masih saja kudengar,

"Hanya dia seorang,... cuma dia?"

akhirnya kuberanikan menjawab, "iya, tapi aku tidak mau terjun kedalam sumur"

lalu dari dalam sumur,... suara gemuruh yang berdetak-detak...

"jangan begitu, dadaku sakit"

lalu kubelikan setangkai kembang gula dan kulempar kedalam sumur.

tidak pernah ada suara riak yg bergemericik,....

"tolong, jangan sedalam itu"

aku mulai menimbuninya dengan pasir-pasir yang berhasil kugenggam

dan tetap saja tidak ada suara riak yang bergemericik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar