Tiap kali aku menemukan dirimu dalam memori otakku. Aku menemukan diriku sendiri dalam sebuah pojok yang dingin dan kesepian. Seperti sebuah cermin. “tutup saja tirainya” begitulah yang ingin kuucapkan. Menutup cermin itu agar aku tidak melihatnya lagi, selamanya.
Selama berbulan bulan, mungkin aku telah mencoba berbagai cara untuk melupakanmu, bahkan aku mencoba membencimu. Dengan caramu dan sikapmu kepadaku hal itu tidak terlalu sulit. Terkadang aku ingin bertanya kepadamu “apa kamu buta!!!!????” aku sangat tersiksa dengan caramu itu, sungguh.
Nie
Alex. Apa sih yang dipikirkannya. Mungkin dia itu memang sinting. Dikiranya aku tidak tahu perbuatan-perbuatan bodohnya. Menurutku dia itu lebih dari bodoh. Tidak punya kualitas sebagai seorang pria. Apa menurutnya aku tidak tahu apa yang dilakukan si Alex itu. Tanpa alasan yang jelas ia mematahkan hati sahabatku. Sekarang tahulah rasa kau, beraninya mendekatiku (tentunya aku sedikit GR juga berfikir demikian, tapi apa salahnya,.. wakakakakakak)
Mikka
Alex. Nah, ia tertidur disana. Aku selalu menyukai raut wajahnya ketika tertidur. Apa dia kedinginan ya. Jantungku berdetak keras ketika menyelimutinya tadi. Kenapa aku ini? Bodoh bodoh bodoh, dia itu pria yang mencampakkanmu. Kenapa aku ini? Dulu saja aku tidak terlalu sayang sama dia. Ketika pertama kali jadian, bahkan aku hanya menggapnya cadangan, dengan terus terang aku bilang ke dia saat itu. “aku ini baru saja putus cinta, kalau mantanku ngajak balikkan, cintamu itu tidak akan kuterima” aih, aku kejam sekali. Ya,.. bagiku begitulah cinta.
Alex
Orang-orang itu bukan sedang bersenang-senang. Orang-orang itu sedang lari dari sesuatu. Lari dari perasaan dan diri mereka sendiri. Nah, aku akan bergabung dengan mereka dalam dentuman yang menghentak-hentak. Namun ketika aku mulai ikut menari, aku menemukan kesenyapan. Aku menemukan kekosongan dalam dadaku. Nah, dalam momen itu aku berusaha memahami sebuah paradoks, “sepi dalam keramaian” lalu aku melanjutkan menari tidak peduli kesenyapan semakin dalam (flame, Juni 2010).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar