Rabu, 08 Desember 2010

Keluarga Maya

Gadis mengusap pelan kertas kusam, lusuh dan lecek yang sudah tidak berwarna putih itu. Dibacanya tiap kata yang tertulis disana.

“Gadis,i love you”
Sudah sangat lama aku ingin mengucapkan kata-kata itu kepadamu. ‘i love you’, mengecup keningmu, menghapus air matamu, melindungimu dalam dekapanku, semua itu adalah mimpiku yang terindah. Sungguh aku ingin memandang wajahmu sambil tersenyum. Saat itu aku akan mengucapkannya lagi, ‘i Love you’, kau tidak akan bisa menolaknya, saat inipun kau tidak akan bisa menolakku. Aku tahu kamu, kamu terlalu baik untuk menolak orang yang sedang sekarat. Seandainya aku bisa mengucapkannya lagi, aku akan mengucapkan kata-kata ini, aku akan menghabiskan sisa-sisa nafasku untuk mengucapkan kata-kata ini. ‘Aku mencintaimu’, anehnya perasaan ini membuatku tabah menghadapi kematian.
Kau tahu Gadis, aku berfikir bahwa keinginan terakhirku adalah membuatmu bahagia. Namun aku bukanlah seorang yang memiliki dunia. Aku tidak punya apa-apa untuk membuatmu bahagia. Aku hanya bisa menulis surat ini. Aku hanya bisa memberimu surat cinta dari kertas kusam tempatku mencurahkan cinta yang menyesaki dada, kertas yang kudekap erat sampai akhir hayatku.
Kini kau tahu bahwa kau memiliki cintaku, kau memiliki hatiku, sampai akhir aku berada di dunia ini. Semoga kau bahagia.

Raka


Gadis melipat surat itu pelan-pelan. Pandangannya menerawang jauh kepada pria yang dulu sering dilihatnya diam-diam. Tangannya gemetar menggenggam kertas itu, lalu mendekapnya dalam. Disaat seperti ini, Gadis seringkali berhalusinasi melihat seorang anak kecil yang sangat cantik. “ibu, kenapa ibu menangis?” Gadis lalu cepat-cepat menghapus airmatanya
“ibu sedang membaca surat dari ayahmu nak” dalam hayalnya gadis kecil itu melompat kepangkuannya.
“ibu rindu? Kepada ayah”.
“sangat anakku, sangat Rindu” surat itu semakin erat dalam dekapannya.

2 komentar:

  1. tulisannya keren euy, mas

    ajari dunks buat ff

    BalasHapus
  2. mbak Kasma... soal FF ya,.. saya juga baru blajar
    guru dari Bontang ya,... saya punya rencana kesana

    BalasHapus