Selasa, 14 Desember 2010

Cerita Sebatang Rokok.

Masalah berkecamuk dikepalaku. Sebuah warung kecil yang berantakan. Makanan snack anak-anak yang serba macam-macam. Semacam, klip tos, twistic, kabayan (bukan nama orang), dan diselipan sana ada rokok eceran. Aku pungut satu dan mulai membakarnya.

Menyalakan rokok bukan hanya sekedar asal bakar seperti kau membakar sampah. Rokok harus dihisap sambil disurukkan ke nyala api.



Bara api rokok yang kupegang menyala dengan genit ditiup-tiup angin malam. Asap-asap putih mengepul meninggalkan jari tangan dan menjelma dedemit yang hilang diudara. Cerita sebatang rokokpun dimulai.

Apa sih keistimewaan sebatang rokok. Kawan, aku bukan tipe orang yang tiap detik menghisap rokok. Mungkin para perokok profesional lebih tahu tentang rokok daripada aku. Tapi siapa peduli, aku juga tidak peduli.

Dibandingkan dengan para profesional itu mungkin aku lebih perawan, lidahku masih pahit dengan yang namanya rokok dan rasa tidak suka itu bergejolak seperti lumut-lumut. Aku hanya meneruskannya karena sayang. Sayang kalau tidak dihabiskan.
Lidahku langsung pahit. Ada rasa pedas dan asap bergemuruh di rongga mulut menyisakan bau terbakar yang tidak sedap. Rokok seperti kopi, menawarkan rasa pahit dan luka untuk dinikmati. Belajar menikmati rokok tidak sama persis dengan menikmati derita hidup. Dalam hidup ini, derita tetaplah derita. Dan derita yang berkecamuk diotakmu akan termuntahkan dengan pahit asap rokok yang menggoyang lidah. Oh, sayang mari menari. ‘maaf mas ini bukan warung remang-remang’ sang pemilik warung melotot.xixixixixi. tentu saja lidah juga tidak bisa sembarang digoyang juga, bisa dikira peranakan ular.

Rokok sangat berjaya di negeri ini. Negeri dimana orang-orang berusaha menahan lapar sekuatnya. Konon rokok bisa mengurangi selera makan, melukai syaraf pencecap dilidah saking akutnya merokok. Makan bukan lagi urusan rasa, makan adalah urusan asal kenyang, asal ada yang dimasukkan kedalam perut. Saya sempat geleng-geleng kepala mau triping,’ oww begitu ya’. Pantas saja rokok yang rasanya tak enak begitu populer.

Rokok adalah pahlawan. Tanpa rokok orang susah menangguhkan lapar. Tanpa rokok orang mudah naik pitam. Tanpa rokok tidak ada ngobrol santai dibawah temaram bintang sambil menyeduh kopi. Tanpa rokok, tidak ada kamu yang membaca tulisanku,......

Menurut saya, masih banyak misteri tentang rokok. Ada aroma keajaiban dari batang daun tembakau yang disulut bara api kesukaran hidup, bara api petualangan, bara api arogan anda sebagai lelaki atau bara api pinjam mas-mas yang punya korek. Entahlah, asapnya meliuk-liuk menyisakan aroma tembakau tentu saja, masak aroma mercon. To be continue,....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar