Selasa, 22 Februari 2011

Aftershock


Aftershock, Phoenix yang bangkit dari abu.
Thangsan 1976, sebuah gempa dahsyat meluluhlantakan kota di negara Cina itu. Bencana yang memakan begitu banyak korban. “Dan kau tidak akan tahu rasanya kehilangan sebelum yang kau miliki benar-benar hilang”, begitu kata seorang ibu yang kehilangan anak perempuan dan suaminya. 


Film ini berlatar kejadian bencana yang terjadi di negeri Cina. Berubah menjadi drama yang begitu mengharukan. Sebuah perjuangan, tangis dan kegigihan dalam hidup. 

Seorang ibu menghadapi pilihan berat ketika harus memilih anak laki-laki atau anak perempuan yang diselamatkan. Dua-duanya terjebak timbunan beton dan hanya satu yang bisa diselamatkan.

Gempa bumi itu meninggalkan bekas luka yang mendalam. Seorang anak yang kemudian membenci ibunya. Seorang ibu yang kehilangan anak dan suaminya. Kehidupan yang porak-poranda seperti bangunan yang diguncang gempa itu sendiri. 

 Bertahun-tahun kemudian sebuah gempa terjadi lagi. menyuguhkan adegan yang lebih menakutkan. filmnya seru. Mempermainkan perasaan ketika melihat sesama yang terlibat bencana dan tragedi. Juga perasaan kasih sayang dalam sebuah keluarga.

Kelemahan film ini adalah tidak ada adegan action. Ya tentu saja karena genrenya drama. Kalau anda masih berharap melihat baku hantam, silahkan bikin film sendiri. Sisi lemah lainnya adalah eksplorasi terhadap cinta anak muda. Terlihat sekali bahwa anak muda digambarkan sebagai kaum yang tidak menghargai cinta dan terlalu bebas. ini pasti garapan generasi tua neh, hayoo ngaku.!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar