berikut ini adalah catatan kecil tentang sebuah lagu yang dipopulerkan Agnes monica. Mencoba menggali lebih dalam tentang syair lagu-lagu populer Indonesia. Ibarat membaca seorang Agnes.
Baris awal
“Langit begitu gelap Hujan tak juga reda
Ku harus menyaksikan cintaku
Terenggut tak terselamatkan “
Ini adalah awal kisah sedih itu dimulai. Ternyata benar apa yang dikatakan seorang penulis. Keadaan alam biasa dijadikan awal pembuka. Syair ini mengikuti kelaziman atau pola yang sudah ada. Bagaimana jika variasinya dibalik:
“Ku harus menyaksikan cintaku
Terenggut tak terselamatkan
Langit begitu gelap Hujan tak juga reda “.
Terlepas dari kebutuhan sebagai lirik musik, ternyata cukup menarik.
Terlepas dari kebutuhan sebagai lirik musik, ternyata cukup menarik.
“Ingin ku ulang hari
Ingin ku perbaiki
Kau sangat
ku butuhkan Beraninya
kau pergi Dan tak kembali... “
syair berikutnya mengandung rasa ingin tahu, penyesalan, kemarahan, ketidak berdayaan. Suara Agnes membuat syair ini lebih hidup. Kalimat-kalimat yang diungkapkan dengan gamblang justru untuk mewakili rasa yang lebih mendalam.
“Dimana letak surga itu Biar ku gantikan Tempatmu denganku
Adakah tangga surga itu Biar ku temukan untuk bersamamu “
Syair diatas adalah bagian Reffrain yang lucu. Surga dipakai sebagai kata yang memberitahukan bahwa kekasihnya sudah meninggal. Tetapi kenapa harus digantikan jika sudah ada di surga. Dan kenapa yakin sekali masuk surga, pertanyaan-pertanyaan bercandaan sih. Tidak serius. Menggugat kematian memang serba susah, menggugat koruptor saja susah.
Tetapi Syair diatas juga bisa diubah, misalnya:
“Dimana tempat kekasihku Biar ku gantikan Tempatmu denganku
Adakah tangga surga itu Biar ku temukan untuk bersamamu “. Nah jadi sedikit lumayan, dan informasi tentang kematian kekasihnya bisa ditampilkan di vidio klip. Vidio klip lagu ini adalah cowok yang ditusuk preman. Kalau syairnya diubah seperti ini. Vidio klipnya bisa diubah misalnya aktivis yang dijemput paksa dan entah ada dimana dan bagaimana keadaannya. Lebih bernuansa kritik sosial.
Ku biarkan senyumku menari diudara
Biar semua tahu kematian tak mengakhiri Cinta
Kalimat “senyumku menari di udara sungguh bagus” . tetapi baris berikutnya “biar semua tahu kematian tak mengakhiri cinta”, justru meneguhkan ada asumsi ‘kematian mengakhiri cinta’. “kematian tak mengakhiri cinta”, bukan suatu hal yang perlu dipropagandakan, tetapi bagian dari keegoisan cinta yang tidak berlogika, cocok dengan lagu Agnes yang lain “ Cinta tak ada logika”.
“Apalah artinya hidup tanpa kekasihku Percuma bila aku disini sendiri
Apalah artinya hidup tanpa kekasihku Percuma bila aku disini sendiri
Apalah artinya hidup tanpa kekasihku Percuma bila aku disini sendiri
Apalah artinya hidup tanpa kekasihku Percuma bila aku disini sendiri “
Apalah artinya hidup tanpa kekasihku Percuma bila aku disini sendiri
Apalah artinya hidup tanpa kekasihku Percuma bila aku disini sendiri
Apalah artinya hidup tanpa kekasihku Percuma bila aku disini sendiri “
Nah, bagian terakhir inilah yang meneguhkan inti lagu ini, keegoisan cinta yang tidak berlogika. Manusia yang sebagian besar dirinya disusun dari ketidak sadaran sebagaimana bagian dari alam bawah sadar manusia yang lebih besar dari alam sadarnya. Tema cinta, keegoisan dan tidak berlogika adalah tema yang disukai. Karena cinta yang begitu mendalam kematianpun digugat, kekasih yang sudah berkalang tanah disuruh bangkit dan balik dari surga atau disusul ke surga, memangnya surga itu sama seperti kebun dibelakang rumah, atau mall, atau taman rekreasi macam Jatim park.
N.B catatan diatas adalah ngawur belaka, jangan dianggap serius. Agnes adalah penyanyi hebat dengan lagu-lagu luar biasa, dan lagu ini adalah salah satu favorit saya, itulah kenapa saya menulis ini, karena sedang Jomblo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar